SUMBEREJO – Sabtu 10 Oktober 2026. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Sumberejo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ di Musholla Al-Ikhsan, Pluntu, Sumberejo, pada Sabtu (10/10/2026).
Kiyai Sareh Perkuat Silaturahmi dan Kaderisasi Nahdliyin
Lailatul Ijtima’ Ranting NU Meduri Teguhkan Istiqamah dan Teladani Keikhlasan Ulama
Meduri Margomulyo, — Ahad, 27 September 2026. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, kembali menggelar Lailatul Ijtima’ sebagai bagian dari ikhtiar merawat tradisi keagamaan sekaligus memperkuat silaturahmi dan kekompakan warga Nahdliyin.
Naharul Ijtima’ Ranting NU Ngelo, Teguhkan Istiqomah dalam Ibadah dan Khidmah Jam’iyah
Ngelo, Margomulyo — Sabtu 26 September 2026. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, kembali menggelar kegiatan Naharul Ijtima’ sebagai bagian dari ikhtiar merawat tradisi jam’iyah, mempererat silaturahmi, sekaligus meneguhkan semangat khidmah warga Nahdliyin.
Lailatul Ijtima’ MWCNU Margomulyo Perkuat Silaturahmi dan Konsolidasi Organisasi
Margomulyo, 22 September 2026 — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Margomulyo kembali menggelar Lailatul Ijtima’ sebagai momentum memperkuat silaturahmi, meningkatkan ruhiyah ke-NU-an, sekaligus melakukan konsolidasi organisasi bersama jajaran kepengurusan NU di berbagai tingkatan.
Lailatul Ijtima’ Ranting NU Sumberjo: Merawat Tradisi dan Memperkokoh Perjuangan di Akar Rumput
SUMBERJO — Kamis, 5 September 2026. Suasana penuh kehangatan dan kekhusyukan menyelimuti kediaman Kyai Fadholi di Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro pada Jumat malam, 5 September 2026. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sumberjo kembali menggelar agenda rutin Lailatul Ijtima', sebuah ruang silaturahmi sekaligus wadah penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah di tingkat akar rumput.
Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo, Meneguhkan Khidmah dan Merawat Semangat Jam'iyah
Margomulyo – Suasana penuh khidmat menyelimuti Aula MWCNU Margomulyo Lantai II pada Sabtu malam (25/7/2026), saat ratusan warga Nahdlatul Ulama berkumpul dalam kegiatan Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo yang berlangsung mulai pukul 21.00 hingga 23.00 WIB. Kegiatan rutin ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi ruang spiritual sekaligus forum konsolidasi untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat semangat khidmah seluruh pengurus Nahdlatul Ulama di Kecamatan Margomulyo.
Lailatul Ijtima’ di Masjid Sabilul Huda, Warga Nahdliyin Meduri Perkuat Soliditas Organisasi
Meduri, 14 Juni 2026 – Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Meduri kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Lailatul Ijtima’ yang bertempat di Masjid Sabilul Huda, Dusun Keren, Desa Meduri, pada Ahad malam (14/06/2026) mulai pukul 20.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh jajaran pengurus Ranting NU Meduri beserta seluruh unsur Badan Otonom (Banom) NU yang ada di Desa Meduri.
NU Meduri Bangkitkan Spirit Kebersamaan dan Keagamaan Lewat Lailatul Ijtima’
Meduri, Margomulyo – Ahad, 10 Mei 2026. Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti kegiatan Lailatul Ijtima’ Ranting NU Meduri yang dilaksanakan pada Ahad malam, 10 Mei 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Al-Huda Dusun Meduri, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo.
Lailatul Ijtima’ MWCNU Margomulyo: Merajut Spirit Jama’ah, Mengokohkan Program Khidmah
“Lailatul Ijtima’ NU Ranting Sumberejo sebagai Model Integrasi Spiritualitas, Tradisi Keilmuan, dan Konsolidasi Organisasi di Awal Tahun 2026”
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Sumberejo menyelenggarakan kegiatan Lailatul Ijtima’ pada Sabtu malam, 3 Januari 2026, bertempat di Masjid Nurul Ikhsan, Dusun Singgih, Desa Sumberejo.
“Menjemput Tahun 2026 dengan Mujahadah dan Musyawarah, Lailatul Ijtima’ MWCNU Margomulyo Teguhkan Khidmah Jam’iyyah”
Dari Masjid Baitul Mutaqin, NU Meduri Meneguhkan Makna Isro’ Mi’roj sebagai Ibadah yang Membumi
Lailatul Ijtima’ Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Meduri kembali digelar dengan penuh kekhidmatan pada Minggu malam, 21 Desember 2025. Kegiatan rutin warga nahdliyin tersebut berlangsung mulai pukul 20.30 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Baitul Mutaqin, Dusun Kijeng, Desa Meduri.
Lailatul Ijtima’ NU Ranting Sumberejo: Meneguhkan Semangat Keilmuan dan Militansi Jamaah di Tengah Tantangan Zaman
Margomulyo – Ahad, 29 November 2025. Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Sumberejo kembali menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ pada Sabtu malam Ahad, 29 November 2025.
Lailatul Ijtima’ MWCNU Margomulyo: Penguatan Spiritualitas dan Progres Percepatan Wakaf
Margomulyo – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo kembali menggelar agenda rutin Lailatul Ijtima’ yang berlangsung penuh kekhidmatan pada Kamis malam (02/10/2025).
Mujahadah untuk Perjuangan NU Margomulyo: Membingkai Semangat dan Doa di Bawah Langit Malam
Sabtu, 17 Agustus 2024, langit malam Margomulyo berselimutkan gemintang yang seolah berpendar memberikan berkah kepada sebuah acara penuh khidmat dan haru. Di altar lantai dua WCNU Margomulyo, pada pukul 21.30 hingga 23.30, berlangsunglah Mujahadah untuk Perjuangan NU Margomulyo, sebuah momentum sakral yang dirangkai dalam doa dan pengharapan kepada Illahi.
Acara ini dihadiri oleh segenap jajaran MWCNU Margomulyo, PAC IPNU, LAZISNU, Pagar Nusa, ANSOR/BANSER, yang semuanya bersatu dalam satu harmoni perjuangan demi masa depan yang lebih baik bagi umat. Keheningan malam pecah oleh lantunan suara MC, Ustadz Syaifuddin, yang dengan lembut namun tegas membuka acara ini, membawa hadirin masuk ke dalam suasana penuh syukur dan pengharapan.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Kiyai Sareh, Ketua Ranting NU Sumberjo, membungkus hati setiap yang hadir, menghadirkan ketenangan sekaligus kekuatan spiritual yang mendalam. Dilanjutkan dengan Sholawat Bilqiyam, di bawah pimpinan Ustadz Syaifuddin, suasana semakin menghangat, melantunkan puji-pujian kepada Rasulullah dengan penuh cinta dan hormat.
Puncak dari acara ini adalah Mujahadah, yang dipimpin oleh Kiyai Badrun, Ketua MWCNU Margomulyo. Doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap agar segala ikhtiar dakwah yang dilakukan dimudahkan oleh Allah, termasuk proses pembangunan Auditorium MWCNU Margomulyo yang akan dimulai besok, Ahad, 18 Agustus 2024. Mujahadah diakhiri dengan pembacaan doa sebanyak sembilan kali, dipimpin oleh sembilan tokoh mulai dari Kiyai Ranting Kalangan, Margomulyo, Sumberjo, Meduri, Geneng, Ngelo, hingga Kades Ngelo dan diakhiri oleh Kades Sumberjo.
Malam itu, di bawah langit Margomulyo yang tenang, terselip doa-doa yang dilambungkan bersama asa, semoga segala perjuangan yang dilandasi oleh niat suci mendapat ridha dari Allah, dan cita-cita untuk membangun dan memajukan NU Margomulyo dapat terwujud dengan sempurna.
Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo: Refleksi dan Evaluasi Pergerakan di Tengah Cahaya Keberkahan Muharom
Kegiatan ini diawali dengan pembacaan Sholawat Bilqiyam yang meresap ke dalam hati para hadirin. Ustadz Syaifuddin, ketua PAC Rijalul Ansor Margomulyo, dengan suara yang tenang dan penuh keikhlasan, membacakan Sholawat tersebut yang di ikuti para hadirin, menciptakan suasana yang penuh dengan keberkahan. Selanjutnya, acara diteruskan dengan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Jumari Wakil Ketua MWCNU Margomulyo, di mana para hadirin bersama-sama melantunkan dzikir sebagai bentuk penghormatan kepada arwah para leluhur dan pahlawan.
Setelah Tahlil, hadirin disuguhkan dengan pembacaan Manakib Jawahirul Ma'ani oleh Kiyai Lasdi. Kisah-kisah penuh hikmah yang terkandung dalam manakib ini memberikan pelajaran dan inspirasi bagi setiap yang hadir untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Acara dilanjutkan dengan Khutbah Iftitah yang disampaikan oleh Kiyai Rosidi, Ro'is Syuriyah MWCNU Margomulyo. Dalam khutbahnya, Kiyai Rosidi memberikan apresiasi positif atas terlaksananya acara pada malam ini. Beliau menekankan pentingnya kegiatan Lailatul Ijtima' sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan warga NU Margomulyo.
Puncak acara ditandai dengan sesi Muhasabah Pergerakan dan Paparan Progres MWCNU Margomulyo yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo. Dalam muhasabahnya, Kiyai Badrun memaparkan sejarah berdirinya MWCNU Margomulyo pada tahun 1993, yang merupakan awal periodik pertama setelah Margomulyo resmi menjadi kecamatan, sebelumnya bagian dari Kecamatan Ngraho. Beliau mengulas perkembangan dan tantangan yang dihadapi oleh MWCNU Margomulyo dari masa ke masa, serta capaian-capaian yang telah diraih selama ini.
Dengan gaya bicara yang lugas dan penuh semangat, Kiyai Badrun menekankan pentingnya refleksi dan evaluasi dalam setiap langkah pergerakan NU. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan keagamaan serta sosial di Margomulyo, demi kemaslahatan umat dan masyarakat.
Acara yang dipandu oleh MC Ustadz Syaifuddin ini ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungan dalam setiap langkah pergerakan NU di Margomulyo. Malam yang penuh makna ini menjadi momentum penting bagi warga NU Margomulyo untuk terus bergerak maju dengan penuh optimisme dan semangat kebersamaan.
Muhasabah Pergerakan: Perjalanan Kepengurusan MWCNU Margomulyo
Kiyai Badrun Sulaiman, dalam sesi muhasabahnya, memaparkan sejarah perjalanan kepengurusan MWCNU Margomulyo sejak pertama kali didirikan. Beliau mengulas setiap periodik dengan mendalam, menyoroti suka duka yang dialami dalam mengembangkan organisasi ini.
Periode 1993-1998
Pada periode pertama ini, MWCNU Margomulyo dipimpin oleh Kiyai Sho'im sebagai Ketua dan Bapak Atin sebagai Sekretaris. Belum ada posisi Ro'is Syuriyah pada masa ini. Pada masa awal ini, NU masih dipandang sebagai sebuah formalitas yang marjinal di mata masyarakat. Namun, para pengurus terus berjuang untuk memperkenalkan dan menguatkan peran NU di tengah masyarakat Margomulyo.
Periode 1998-2003
Kepemimpinan berlanjut dengan Kiyai Sho'im sebagai Ro'is dan Bapak Miran sebagai Ketua. Periode ini ditandai dengan upaya keras untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kegiatan keagamaan di berbagai lapisan masyarakat. Perjuangan demi perjuangan mulai membuahkan hasil, walaupun tantangan tetap ada.
Periode 2003-2008
Pada periode ini, Kiyai Sho'im masih menjabat sebagai Ro'is dan Bapak Miran sebagai Ketua. Konsolidasi internal terus dilakukan untuk memperkuat fondasi organisasi. Kegiatan-kegiatan keagamaan semakin beragam dan menarik minat lebih banyak masyarakat.
Periode 2008-2013
Kepemimpinan MWCNU Margomulyo beralih ke Kiyai Mahtum Tamsir sebagai Ro'is dan Bapak Miran sebagai Ketua. Pada periode ini, MWCNU Margomulyo mulai mendapatkan pengakuan yang lebih luas dari masyarakat. Upaya dakwah dan kegiatan sosial semakin intensif dilakukan.
Periode 2013-2018
Kiyai Mahtum Tamsir kembali menjabat sebagai Ro'is, dengan Bapak Miran masih menjabat sebagai Ketua. Dalam periode ini, MWCNU Margomulyo semakin solid dan banyak memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Berbagai program keagamaan dan sosial semakin terstruktur dan terencana dengan baik.
Periode 2018-2023
Pada periode ini, Bapak Miran menjabat sebagai Ro'is dan Kiyai Rosyidi sebagai Ketua. Di bawah kepemimpinan mereka, MWCNU Margomulyo semakin berkembang dan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Kegiatan-kegiatan NU mulai menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, menunjukkan bahwa NU telah berhasil menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga Margomulyo.
Periode 2023-2028
Saat ini, MWCNU Margomulyo dipimpin oleh Kiyai Rosyidi sebagai Ro'is dan Kiyai Badrun Sulaiman sebagai Ketua. Di bawah kepemimpinan mereka, MWCNU Margomulyo terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan keagamaan serta sosial. Kiyai Badrun mengungkapkan harapannya agar MWCNU Margomulyo semakin bermartabat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat.
Dalam setiap periodik, Kiyai Badrun memaparkan berbagai suka duka yang dialami. Dari masa awal yang penuh tantangan hingga kini di mana NU telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Margomulyo. Perjuangan panjang ini akhirnya membuahkan hasil dengan NU yang tidak lagi dipandang sebagai sebuah formalitas marjinal, melainkan telah menjadi lifestyle yang bermartabat.
Kiyai Badrun menutup muhasabahnya dengan pesan inspiratif kepada seluruh hadirin untuk terus menjaga semangat dan komitmen dalam berkhidmat di jalan Allah SWT. Beliau berharap agar MWCNU Margomulyo terus menjadi mercusuar bagi pergerakan NU di wilayah ini, memberikan cahaya dan manfaat bagi seluruh umat.
Paparan Progres MWCNU Margomulyo: Rekonstruksi KOIN NU
Dalam sesi berikutnya, Kiyai Badrun memaparkan capaian MWCNU Margomulyo terkait rekonstruksi KOIN NU, sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian finansial organisasi melalui kontribusi warga NU. Beliau menyampaikan dengan bangga bahwa empat ranting NU telah berhasil direkonstruksi dan menunjukkan hasil yang memuaskan, sementara dua ranting lainnya sedang dalam proses rekonstruksi.
Ranting NU Ngelo
Capaian kontribusi dari ranting NU Ngelo mencapai Rp 3.463.100. Angka ini menunjukkan partisipasi yang sangat baik dari warga ranting Ngelo dalam mendukung program KOIN NU. Kontribusi ini digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ranting NU Geneng
Ranting NU Geneng juga menunjukkan kontribusi yang signifikan dengan capaian Rp 2.069.800. Partisipasi aktif dari warga ranting Geneng menjadi salah satu pilar kekuatan dalam rekonstruksi KOIN NU di Margomulyo.
Ranting NU Sumberjo
Ranting NU Sumberjo menyusul dengan kontribusi sebesar Rp 1.996.260. Keberhasilan ini mencerminkan tingginya kesadaran dan komitmen warga Sumberjo terhadap pentingnya kemandirian finansial organisasi.
Ranting NU Kalangan
Meskipun dengan capaian yang lebih kecil, yakni Rp 750.000, ranting NU Kalangan tetap menunjukkan semangat dan kontribusi yang patut diapresiasi. Setiap kontribusi, sekecil apapun, sangat berarti bagi keberlanjutan program-program NU.
Kiyai Badrun menambahkan bahwa rekonstruksi KOIN NU di empat ranting ini telah membuahkan hasil yang nyata dan memberikan dampak positif bagi organisasi dan masyarakat. Sementara itu, dua ranting lainnya sedang dalam proses rekonstruksi, dan diharapkan akan segera menyusul untuk mencapai tujuan yang sama.
Dengan berbagai capaian dan kontribusi yang telah dicapai, Kiyai Badrun mengajak seluruh hadirin untuk terus mendukung dan berpartisipasi aktif dalam upaya-upaya yang dilakukan oleh MWCNU Margomulyo. Semangat kebersamaan dan komitmen yang tinggi adalah kunci keberhasilan dalam membangun dan memperkuat pergerakan NU di tingkat lokal.
Acara ini ditutup dengan doa bersama, semoga setiap langkah dan upaya yang dilakukan oleh MWCNU Margomulyo selalu diberkahi oleh Allah SWT dan memberikan manfaat yang besar bagi umat dan masyarakat Margomulyo secara luas.
Editor: Tim CyberMWCNU
Lailatul Ijtima' MWCNU Margomulyo: Mempererat Ukhuwah Islamiyah dalam Kehangatan Pergerakan Dakwah
Lailatul Ijtima' NU Ranting Meduri: Mempererat Silaturahmi dan Penguatan Ekonomi Syari'ah
Dibuka dengan khidmat, acara dimulai dengan bacaan tahlil yang dipimpin oleh Bapak Suryadi, memberikan suasana religius yang kental. Tidak hanya itu, sambutan dari Ketua Takmir, Bapak Sugeng, dan Ketua Ranting NU Meduri, Bapak Eko Sunarno, memberikan arahan penting terkait jalinan silaturahmi yang menjadi poin utama dalam organisasi NU.
Dalam sambutannya, Pak Eko Sunarno menekankan betapa pentingnya mempererat hubungan antarwarga NU Meduri. Beliau menyampaikan bahwa silaturahmi yang erat adalah pondasi utama dalam membangun kebersamaan dan kekuatan komunitas. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesatuan dan menguatkan peran NU sebagai organisasi yang peduli terhadap masyarakat.
Tidak hanya internal, kegiatan ini juga melibatkan Ketua MUI, Bapak Samiran, yang memberikan sambutan yang penuh semangat. Beliau menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkuat pemahaman akan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Puncak acara ditandai dengan sosialisasi BMT NU Margomulyo oleh Mas Andray sebagai AO (Akun Officer). Dalam paparannya, Andray menjelaskan pentingnya penguatan ekonomi syari'ah melalui BMT NU. Dengan memberikan pemahaman yang komprehensif, ia mengajak warga NU Meduri yang sudah mendaftar by website MWCNU untuk segera menindaklanjutinya, dan aktif terlibat dalam program ekonomi syari'ah tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi warga NU dan masyarakat Meduri pada umumnya.
Kehadiran segenap warga NU Meduri, badan otonom struktural, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, menjadikan momentum ini semakin berarti. Dalam keragaman yang ada, terjalin harmoni dan kebersamaan yang luar biasa. Acara ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan, berbagi wawasan, serta memperkuat semangat kebersamaan di antara anggota dan warga NU Meduri.
Lailatul Ijtima' NU Ranting Meduri malam ini bukan sekadar acara biasa, namun merupakan wujud nyata dari semangat kebersamaan, silaturahmi yang erat, dan penguatan ekonomi syari'ah. Diharapkan kegiatan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi warga NU dan masyarakat Meduri secara umum dalam memperkokoh keimanan, memperluas wawasan, serta meningkatkan kualitas kehidupan ekonomi berbasis syari'ah.
Editor: Tim CyberMWCNU
Halal Bihalal MWCNU Margomulyo: Mempererat Ukhuwah Islamiyah dalam Kebersamaan
Margomulyo, 20 April 2024 - Pada Sabtu malam Minggu ini, tepat pukul 20.30, Kantor MWCNU Margomulyo menjadi saksi dari suatu acara berharga yang menggugah kebersamaan dan kebersihan hati umat Islam warga NU khususnya. Kegiatan Pengajian Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh MWCNU Margomulyo berhasil menarik perhatian dan kehadiran banyak jamaah yang antusias untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.





.png)










.png)





.png)


